Kisah Tentang Batosai sang Penyayat.... Ruruoni Khenshin(Samurai-X)


Bagi kamu penggemar Samurai X pasti tahu donk kalo setting dari cerita dari Rurouni Kenshin ini berdasarkan sejarah yang emang bener2 terjadi di Jepang sono, yaitu era Restorasi Meiji, tapi tahukah kamu kalau ternyata beberapa tokoh2 yang ada pada cerita Samurai X tersebut memang benar2 ada? Alias benar2 hidup pada masa itu? Termasuk tokoh Kenshin sendiri yang modelnya diambil dari seorang samurai yang hidup pada masa itu. Penasaran kan..??

Kawakami Genzai

Nah ini dia sosok yang dijadikan model dari karakter Kenshin (walaupun hasilnya gak ada mirip2nya sama sekali..), Kawakami Genzai merupakan satu dari empat hitokiri pada masa revolusi Jepang, secara penampilan Kawakami Genzai merupakan sosok yang pendiam, memiliki ukuran tubuh yang kecil dan tidak tinggi, serta memiliki rambut yang panjang. Orang-orang yang baru pertama melihatnya sering salah mengira bahwa dirinya adalah seorang wanita (mungkin inilah yang menjadi point kemiripannya dengan Kenshin), pada era revolusi Jepang Kawakami merupakan sosok pendukung gerakan Jyoi. Dia menjadi tenar setelah berhasil membunuh seorang idealist dan pemikir hebat Shakuma Shouzan, Sakuma memiliki pemikiran bahwa untuk maju Jepang harus membuka diri dengan pengaruh asing, khususnya barat. Hal ini lah yang menjadikan dirinya sebagai sasaran empuk bagi gerakan2 radikal yang menginginkan Jepang tetap murni dan bersih dari kontaminasi pengaruh asing.

Setelah membunuh Shakuma Shouzan, Kawakami genzai dimasukan kedalam penjara dan akhirnya dibebaskan setelah masa Restorasi Meiji. Namun ternyata era baru dari pemerintahan Meiji setuju dengan konsep dan pandangan dari Shakuma, bahwa untuk maju Jepang harus membuka diri dari pengaruh asing dan mempelajari teknologi-teknologi asing, namun tetap berjiwa Jepang. hal inilah yang membuat Kawakami Genzai menentang habis-habisan pemerintahan Meiji, dia tidak mau melihat hasil perjuangan dari teman-temannya dari kelompok Jyoi yang telah meninggal jadi sia-sia. Kawakami pun menjadi sosok penganggu yang menjadi momok bagi pemerintahan Meiji, dan pada tahun ke 4 Meiji atau tepatnya 1871 Masehi dia ditangkap dan dipenggal mati.

Hitten Mitsurugi Ryu

Jurus mematikan milik Kenshin ini juga tenryata di adopsi dari jurus milik Kawakami Genzai yang memiliki aliran Shiranui Ryu (hebatnya aliran ini dia captain sendiri loh..), kehebatan jurus pedang dari Kawakami Genzai ini adalah dapat membunuh dengan sekali tebas.

Hajime Saito (18 Februari 1844 – 28 September 1915)

Dalam cerita anime Rurouni Kenshin terdapat seorang tokoh yang bernama Hajime Saito (ketua regu 3 kelompok Shinsen), dan ternyata Hajime Saito merupakan tokoh yang benar-benar nyata dan memang pernah hidup pada zaman itu, semua yang diceritakan di serial anime dan manga Rurouni Kenshin tentang Hajime Saito hampir semuanya merupakan kisah nyata (kecuali kisahnya dengan Kenshin dan Sishio Makoto).

Hajime Saito merupakan seorang samurai Jepang yang hidup pada akhir jaman Edo, yang terkenal sebagai kapten regu 3 Shinsengumi (sesuai dengan kisahnya di anime RK), dia adalah salah satu dari segelintir anggota Shinsengumi yang bertahan hidup pada masa perang di akhir era keshogunan. Saito lahir di Edo, propinsi Musashi (sekarang Tokyo), Hajime Saito mempunyai seorang kakak laki-laki yang bernama Hiroaki dan kakak perempuan yang bernama Katsu. Menurut catatan sejarah Saito pergi meninggalkan Edo pada tahun 1862 setelah secara tidak sengaja membunuh seorang Hatamoto (samurai yang mengabdi kepada Shogun Tokugawa). Dia pergi ke Kyoto dan mengajar di sebuah Dojo.

Anggota Shinsengumi

Sebagai anggota dari shinsengumi saito dikenal sebagai seorang yang tertutup dan misterius, dia bukanlah sesorang yang mudah diajak bicara, posisi aslinya di shinsengumi adalah sebagai fukucho jokin (wakil panglima). Tugas utamanya adalah sebagai pelatih kenjutsu dan kadang bertugas sebagai mata-mata,

Hajime Saito memiliki jurus yang sangat mematikan, yaitu jurus satu sabetan tangan kiri dan ini membuatnya menjadi orang terkuat di Shinsengumi bersama Okita dan Nagakura. Saito banyak membunuh para anggota korup Shinsengumi seperti Itou Kashitarou, Takeda Kanryuusai dan lain-lain.

Saitou adalah seorang peminum berat, dia akan menjadi seorang yang berbeda saat mabuk dan memang pada kenyataanya dia meninggal karena penyakit stomach ulcer… ya itu tadi karena terlalu banyak minum!

Saitou mempunya seorang istri yang bernama Takagi Tokio yang merupakan anak dari seorag pejabat penting Klan Aizu, mereka menikah pada tahun 1873 (tahun ke 6 Meiji), setelah pemerintahan Ishin terbentuk, ia mengganti namanya menjadi Fujita Gorou dan bekerja sebagai pelatih kendo di sebuah dojo. Di tahun 1877, 10 tahun pemerintahan Meiji, ia bergabung di kepolisian dengan ijin membawa pedang untuk bertempur di perang Seinan, perang dimana Saigo Takamori memberontak melawan pemerintahan Meiji di Satsuma. Setelah ia menjadi mata-mata ia bertanggung jawab langsung kepada Komisaris Polisi, Kawaji Toshiyoshi. (hmmm…..mirip banget bukan dengan kisah Hajime Saitou di Rurouni Kenshin?)

Di masa tuanya Saitou bekerja sebagai penjaga museum di Tokyo. Setelah pensiun, sepertinya ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk merenung dan menyendiri. Saitou meninggal dunia pada tanggal 27 September 1915, tahun ke-4 pemerintahan Taisho, diusia 72 tahun.

Okita Souji (Kapten Regu 1)

Satu lagi karakter dalam serial anime Rurouni Kenshin yang tokohnya diambil dari kisah nyata yaitu Soujiro Seta (ketua regu 1 kelompok Shinsen), dalam kehidupan nyatanya Soujiro Seta ini adalah seorang samurai anggota Shinsengumi yang bernama Okita Souji.

Seperti kisahnya dalam anime Rurouni Kenshin dalam kehidupan nyatanya Soujiro (Okita Souji) adalah anggota Shinsengumi yang paling populer, di usianya yang masih sangat muda dia menguasai berbagai macam teknik2 pedang handal, dan pada usia 15 tahun lebih dia sudah menjadi seorang samurai yang ulung. Pedang yang ia gunakan adalah Kikuichi Narimune (dalam anime Rurouni Kenshin pedang inilah yang digunakannya untuk bertarung melawan Kenshin pada pertarungan terakhir)

Okita lahir pada tahun sekitar tahun 1842-1844 dari keluarga samurai, nama aslinya adalah Okita Sōjirō Fujiwara no Harumasa, kakek buyutnya adalah Okita Kan’emon dan kakeknya adalah Okita Sanshiro sedangkan ayahnya bernama Okita Katsujiro.

Okita dinyatakan terkena penyakit Tuberculosis (TBC), penyakit yang saat itu belum ditemukan obatnya. Tidak lama setelah pembentukan formasi Shinsengumi Okita mengalami beberapa kali batuk berdarah namun dia tidak ingin semua anggota Shinsengumi tahu akan hal ini, puncaknya adalah pada saat peristiwa Ikeda Okita mengeluarkan banyak darah saat batuk dan akhirnya pingsan, pada saat itulah Kondou dan Hijikata tahu tentang penyakit Okita, dan bahkan menurut analisis dokter hidup Okita tidak akan lama lagi.

Mendengar hal ini tentu saja Kandou dan Hijikata yang telah menganggap Okita sebagai saudara kandung sendiri menjadi shock, namun mereka sepakat untuk tetap merahasiakan hal ini dengan anggota lainnya agar semangat mereka tidak luntur karena mengetahui kaptennya sedang mengalami sakit parah dan hidupnya tidak lama lagi.

Setelah perang Boshin Okita di rawat di rumah sakit khusus TBC di Edo, dan dia meninggal pada tanggal 30 Mei 1868, tahun Meiji di usia 25 tahun.


This entry was posted on 12.04 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 komentar:

    Faris mengatakan...

    izin copy artikelx ya..

  1. ... on 29 September 2009 pukul 21.27  
  2. Vicky Arkenemy mengatakan...

    Daisuki..!!!!! (~•˘з˘•)~

  3. ... on 16 September 2011 pukul 06.52